Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, Gerakan Jihad
Islam Palestina mengeluarkan pernyataan usai pertukaran tahanan kelompok
pertama antara Hamas dan rezim Zionis menyusul diberlakukannya gencatan senjata
sementara di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, gerakan ini mengucapkan selamat kepada para tahanan pria dan wanita yang dibebaskan dari penjara musuh karena ketabahan rakyat Palestina dan keberanian perlawanan mereka. Pernyataan ini menyatakan, "Kami menekankan bahwa kami akan melanjutkan jalur pembebasan tanah dan rakyat, dan masalah tahanan akan menjadi salah satu prioritas nasional kami yang paling penting."
Pernyataan tersebut berlanjut, "Prestasi ini, yang memberikan harapan bagi rakyat kami, dicapai dengan kekuatan lapangan, keberanian para pejuang, dan kebijaksanaan, kesadaran, dan ketepatan kepemimpinan perlawanan." Beberapa waktu lalu, dalam rangka perjanjian pertukaran tahanan antara Hamas dan rezim Zionis, 39 tahanan Palestina dibawa dari penjara Ofer dengan bus ke kota Beitonia di Tepi Barat.
Perjanjian gencatan senjata sementara pertukaran tahanan mulai berlaku Jumat pagi (24/11) dan akan berlanjut selama empat hari.